Sifat Fisis Kayu Penjelasan Lengkap

Sifat fisis kayu – kayu ialah bahan bangunan yang banyak disukai orang atas pertimbangan tampilan ataupun kekuatan. Secara universal sifat- sifat kayu bisa dikenali lewat panca indera. Sifat- sifat fisis kayu bagaikan bahan bangunan bisa dibedakan atas: bau, corak, tekstur, pola serat, kesan raba, berat, kekerasan, kekuatan, kandungan air, serta penyusutan kayu.

Bau Kayu

Bau kayu menurut Frick dkk, 1999 diakibatkan oleh zat organik yang ada pada kayu. Tiap tipe kayu mempunyai bau khas tertentu, sehingga bisa dibedakan dengan tipe kayu yang lain, semacam: asam, agatis/ damar, cendana, serta sebagainya.

Corak Kayu

Corak tiap tipe kayu dipengaruhi oleh: posisi di dalam batang( susunan kayu gubal serta kayu teras), usia tumbuhan, kelembaban hawa, serta lamanya penyimpanan. Corak kayu terdapat sebagian berbagai, antara lain putih, coklat, merah, kuning, coklat kemerahan, coklat kehitaman, serta lain- lain. Bagi Frick dkk( 1999) corak kayu pada wilayah tropis umumnya hendak luntur lambat- laun apabila terserang cahaya matahari( ultra violet).

Tabel 1. 4. Corak kayu.

Jenis Kayu Pohon Baru Ditebang Kayu Sesudah 5 Tahun
Jati coklat muda – kekuning-kuningan coklat tua
Kamper coklat kemerah-merahan – merah tua tetap
Meranti coklat kekuning-kuningan – coklat kemerah- merahan tetap
Keruing merah kecoklat-coklatan – merah terang tetap
Mahoni merah mudah – coklat muda coklat muda
Kelapa merah mudah – merah tua coklat tua – hitam
Nangka kuning coklat tua

Sumber: Frick Heinz, dkk( 1999).

Pola Serat Kayu

Pola serat kayu merupakan sifat- sifat yang didetetapkan oleh arah universal sel- sel kayu. Bersumber pada pola seratnya, kayu bisa dibedakan atas 4 tipe:

– Kayu yang mempunyai pola serat terpadu/ lurus

– Kayu yang mempunyai pola serat berombak

– Kayu yang mempunyai pola serat terpilin

Baca Juga  Jenis dan Ukuran Batu Bata Merah SNI

– Kayu yang mempunyai pola serat diagonal

Bagi Ariestadi( 2008), serat kayu mempunyai nilai kekuatan yang berbeda dikala menerima beban. Kayu mempunyai kekuatan lebih besar dikala menerima style sejajar dengan serat kayu serta lemah dikala menerima beban tegak lurus arah serat kayu.

Tekstur Kayu

Tekstur kayu merupakan dimensi relative sel- sel kayu. Kian besar dimensi sel- sel kayu kian agresif teksturnya, serta kebalikannya kian kecil dimensi sel- sel kayu kian halus teksturnya. Bersumber pada teksturnya, kayu bisa dibedakan atas 3 tipe:

– Kayu yang mempunyai tekstur halus, semacam: damar, rasamala, sawo;

– Kayu yang mempunyai tekstur lagi, semacam: mahoni;

– Kayu yang mempunyai tekstur agresif, semacam: kamper, keruing, kelapa.

e. Kesan Raba Permukaan Kayu

Kesan raba permukaan kayu bergantung pada tekstur kayu, kandungan air dan kandungan ekstraktif yang dikandung kayu. Kesan raba permukaan kayu misalnya agresif, halus, licin, dingin, berlemak, serta lain- lain.

Berat Kayu

Sifat fisis kayu yang mempunyai berat lebih besar umumnya lebih kokoh dari kayu yang ringan. Berat kayu dikelompokkan bersumber pada berat jenisnya. Berat tipe( BJ) kayu merupakan hasil perbandingan berat serta volume kayu pada kondisi kering dengan satuan gram/ cm3. BJ kayu hendaknya didetetapkan pada kondisi kayu kering tanur dengan kandungan air 0%. Tetapi, apabila tidak ada oven( perlengkapan pengering) hingga BJ kayu bisa didetetapkan pada kondisi kayu kering hawa dengan kandungan air antara 15%– 18%. Kelas berat kayu bisa dilihat pada Tabel 1. 5. di dasar ini.

Berat tipe( BJ) kayu= Berat kayu kering

Volume kayu kering

Tabel 1. 5. Kelas berat kayu bersumber pada berat jenisnya.

Kelas Berat Kayu Berat Jenis Contoh

Baca Juga  Contoh Desain Rumah Kayu Sederhana, Modern dan Unik
Kelas Berat Kayu Berat Jenis Contoh
a) sangat berat lebih besar dari 0,90 Giam, Balau
b) berat 0,75 – 0,90 Kulim
c) agak berat (sedang) 0,60 – 0,75 Bintangur
d) ringan lebih kecil dari 0,60 Pinus, Balsa

Sumber: Frick Heinz, dkk( 1999).

Sifat Fisika Kayu

Kekerasan kayu memiliki ikatan langsung dengan berat tipe kayu. Kayu yang berat jenisnya besar umumnya keras, demikian pula kebalikannya kayu yang berat jenisnya kecil ataupun ringan umumnya terkategori kayu lunak. Bersumber pada kekerasannya, kayu dibedakan atas 4 tipe:

  • – Kayu sangat keras
  • – Kayu keras
  • – Kayu kekerasan sedang
  • – Kayu lunak

Kandungan air kayu

Kandungan air kayu (sifat fisis kayu)  dari tumbuhan hidup bisa menggapai 40%– 200% dari berat kayu kering tanur( Frick Heinz, dkk, 1999). Kayu ialah bahan yang bisa meresap air serta melepaskannya cocok kondisi hawa disekitarnya( hygroscopic), serta bisa mengembang ataupun menurun cocok isi air di dalamnya. Bagi Frick dkk( 1999) kayu hendak melepas ataupun meresap air di sekelilingnya hingga banyaknya air di dalam kayu setimbang dengan kandungan air hawa di sekelilingnya. Kandungan air kayu pada kondisi setimbang dengan kandungan air hawa tersebut dinamakan kandungan air kesetimbangan, serta besarnya dinyatakan dalam% terhadap berat kayu kering tanur. Kandungan air kayu yang senantiasa berhubungan dengan pergantian hawa cenderung berganti ke arah titik kesetimbangan.

Air yang dikandung oleh kayu dibedakan dalam 2 berbagai, ialah:

– air leluasa, yang ada dalam rongga- rongga sel serta ruang- ruang antar sel;

– air yang terikat secara kapiler dalam bilik sel.

Apabila seluruh air leluasa sudah dilepaskan/ menguap serta cuma tertinggal air yang terikat saja, hingga dikatakan kayu sudah menggapai titik jenuh serat( fibre saturation point), yang besarnya kira- kira pada kondisi kandungan air 30%. Kondisi kandungan air dalam kayu dipaparkan semacam pada Foto 1. 6.

Baca Juga  Sifat Mekanis Kayu Lengkap Beserta Penjelasan dan Contohnya

Sumber: Frick Heinz serta Koesmartadi Ch( 1999).

Keadaan Kadar Air dalam Kayu
Keadaan Kadar Air dalam Kayu

 

Penjelasan foto 1. 6:

a= Kandungan air dari tumbuhan hidup( bisa menggapai 40%– 200%) b= Kandungan air dengan air leluasa serta air terikat

c= Kayu yang kering hawa dengan kandungan air menggapai antara 0%- 30% d= Kayu yang kering tanur dengan kandungan air menggapai 0%

Penyusutan kayu

Penyusutan kayu( Frick Heinz serta Koesmartadi Ch, 1999) terjalin apabila kandungan air menurun/ dilepas hingga di dasar titik jenuh serat(<30%). Besarnya penyusutan sebanding dengan banyaknya air yang dilepas di dasar titik jenuh serat tersebut. Kayu yang dikeringkan hingga kandungan air 15% hendak menurun hingga kira- kira separuh penyusutan optimal. Kebalikannya buat tiap peningkatan kandungan air 1%, kayu hendak mengembang 1/ 130 dari pengembangan optimal.

Penyusutan serta pengembangan kayu dinyatakan dengan prosentase dari ukuran kayu pada kondisi basah ataupun kandungan air di atas titik jenuh serat(
30%). Penyusutan kayu bisa terjalin pada 3( 3) arah, ialah: 1. arah sejajar arah serat( longitudinal); 2. arah melintang bundaran berkembang( radial); serta 3. arah bundaran berkembang( tangensial). Buat lebih jelasnya amati Foto 1. 13.

Penyusutan arah tangensial lebih besar dari penyusutan arah radial, serta penyusutan arah longitudinal sangat kecil. Besarnya penyusutan buat tiap- tiap arah merupakan:

– arah longitudinal berkisar antara 0, 1%– 0, 2%

– arah radial berkisar antara 2, 1%– 8, 5%

– arah tangensial berkisar antara 4, 3%– 14%

 

jenis jenis fisis kayu

Itulah artikel kami tentang sifat yang ada pada kayu yaitu fisat fisis, semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa.