Sifat dan Karakteristik Batu Bata Sebagai Bahan Bangunan

Batu bata merah atau biasa di sebut batu bata adalah batu produksi yang berasal dari tanah liat yang di padatkan dan di cetak, dijemur sejumlah hari lalu dihanguskan sampai matang, sampai-sampai tidak bisa hancur lagi bila direndam dalam air.

Bata merah pada lazimnya berbentuk prisma tegak padat (pejal) dengan penampang empat persegi panjang. Ada pun batu bata merah yang berlubang- lubang, bata merah semacam ini kebanyakan dipakai untuk pasangan dinding peredam suara. Batu Bata merah sebagai bahan bangunan mesti mengisi peraturan umum pada bahan bangunan di Indonesia (NI-3) dan ketentuan batu bata merah sebagai bahan bangunan (NI-10).

karakteristik-batu-bata-merah
Gambar 2.3. Bata Merah Pejal

Batu bata merah atau batu bata ialah batu produksi yang berasal dari tanah liat yang dalam suasana lekat dicetak, dijemur sejumlah hari lalu dihanguskan sampai matang, sampai-sampai tidak bisa hancur lagi bila direndam dalam air.

Sifat dan Karakteristik Batu Bata Sebagai Bahan Bangunan

Bata merah pada lazimnya berbentuk prisma tegak padat (pejal) dengan penampang empat persegi panjang. Ada pun bata merah yang berlubang- lubang, bata merah semacam ini kebanyakan dipakai untuk pasangan dinding peredam suara.

Bata merah sebagai bahan bangunan mesti mengisi peraturan umum guna bahan bangunan di Indonesia (NI-3) dan ketentuan bata merah sebagai bahan bangunan (NI-10).

Baca Juga  Jenis dan Ukuran Batu Bata Merah SNI

Bahan dasar penciptaan batu bata merah sebagai berikut:

  • tanah liat (lempung), sebanyak 6 porsi berat atau kelipatannya, yang berisi silika sebesar 50% hingga dengan 70%;
  • sekam padi, sebanyak 2 porsi berat atau kelipatannya, sebagai alas pencetakan supaya bata merah tidak melekat pada tanah. Sekam padi yang melekat atau tercampur pada bata yang masih mentah ikut terbakar pada masa-masa pembakaran bata sampai-sampai timbul pori-pori pada bata merah;
  • kotoran binatang, yang telah kering sebanyak 1 porsi berat atau kelipatannya, dipergunakan guna melunakkan tanah dan menolong dalam proses pembakaran sebab memberikan panas yang lebih tinggi. Jenis kotoran yang biasa dipakai antara lain: kotoran kerbau, kuda, dan sapi;
  • air, sebanyak 4 porsi berat atau kelipatannya, dipakai untuk melunakkan dan merendam tanah liat.

Proses pembuatan batu bata merah secara umum:

1) Pencampuran, bahan dasar (tanah liat, sekam padi, kotoran binatang, dan air) dibaur / diaduk hingga merata, sambil dimurnikan dari batu-batu kerikil atau bahan beda yang dapat mengakibatkan kualitas bata merah menjadi jelek. Campuran tersebut direndam dalam air sekitar satu hari satu malam.

2) Pencetakan, adonan gabungan dimasukkan ke dalam cetakan yang mempunyai format dan ukuran tertentu. Hasil pencetakan dapat ditaruh di atas tanah yang telah dihamparkan sekam padi sebagai alas. Hasil pencetakan yang belum dihanguskan disebut bata hijau.

Baca Juga  Bahan Bangunan Rumah Minimalis

3) Pengeringan, dilaksanakan secara manual dengan mengangin-anginkan dan membola-balik bata hijau selama 2-7 hari, atau pada mesin pengering dengan temperatur 37oC – 200oC sekitar 24 sampai 48 jam.

4) Pembakaran, dilaksanakan sampai bata merah sungguh-sungguh matang, atau dihanguskan dengan temperatur ± 1000oC sekitar 24 jam. Bata merah yang telah dihanguskan didinginkan sekitar 48 sampai 72 jam.

 

Syarat-syarat bobot batu bata merah sebagai bahan bangunan yang mesti dipenuhi ialah sebagai berikut:

  1. Semua bidang-bidang sisi mesti datar.
  2. Mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan menyiku.
  3. Tidak menunjukkan fenomena retak-retak dan perubahan format yang berlebihan.
  4. Warna pada penampang patahan merata.
  5. Bila diketok suaranya nyaring.
  6. Panjang bata = 2 lebar + siar (1 cm).
  7. Penyimngan ukuran guna panjang maksimum 3%, lebar maksimum 4% dan tebal maksimum 5%.
  8. Kuat tekan bata dipecah dalam 3 kelompok yaitu:
    – Mutu tingkat I: powerful tekannya rata-rata lebih banyak dari 100 kg/cm2
    – Mutu tingkat II: powerful tekannya rata-rata 100 – 80 kg/cm2
    – Mutu tingkat III: powerful tekannya rata-rata 80 – 60 kg/cm2
Syarat-syarat Batu Bata Merah
syarat-syarat-batu-bata-merah
[ Sumber: Supribadi, IK, 1986 ]

Ukuran batu bata merah di sekian banyak  tempat dan wilayah tidak sama besarnya. Ukuran bata merah yang terdapat di pasaran berkisar 22 x 10,5 x 4,8 cm hingga 24 x 11,5 x 5,5 cm. Ukuran standar batu bata merah yang telah diputuskan oleh Lembaga Penyeledikan Masalah Bangunann (LPMB), menurut keterangan dari Supribadi IK, 1986, terdapat 2 macam yaitu:

  1.  panjang 240 mm, lebar 115 mm, tebal 52 mm.
  2.  panjang 230 mm, lebar 110 mm, tebal 50 mm.
Baca Juga  Sifat Baja Sebagai Material Struktur Bangunan

Syarat mutlak ukuran bata merah:
1 panjang = 2 lebar + 1 siar
1 lebar = 2 tebal + 1 siar
Siar adalah suatu adukan semen perekat setebal sekitar 1 cm. Tebal siar tidak boleh terlampau besar, melulu berkisar 0,8–1,5 cm.