Sifat Baja Sebagai Material Struktur Bangunan Lengkap

Sifat Baja Sebagai Material Struktur Bangunan baja merupakan bahan yang memiliki watak struktur yang baik. Baja memiliki kekuatan yang besar serta sama kokoh pada kekuatan tarik ataupun tekan. Berat tipe baja besar, namun perbandingan antara kekuatan terhadap beratnya pula besar sehingga komponen baja tersebut tidak sangat berat bila dihubungkan dengan kapasitas memuat bebannya, sepanjang bentuk- bentuk struktur yang digunakan menjamin kalau bahan tersebut dipergunakan secara efektif.

Sifat- sifat baja bisa dipengaruhi oleh kombinasi logam yang lain.sifat baja Kombinasi logam itu bisa menaikkan kekokohan, kekerasan, keuletan regangan, kekuatan energi pikul, energi tahan karat, serta lain- lain. Namun demikian, campuran logam tertentu dapat pula mengurangi daya kekuatan pikul, daya tahan suhu tinggi, keuletan, regangan, dan sebagainya. Pengaruh campuran logam terhadap sifat-sifat baja dicantumkan pada Tabel 3.2.

Tabel Pengaruh campuran logam terhadap sifat-sifat baja.

Pengaruh campuran logam terhadap sifat-sifat baja

A. Sifat Mekanis Baja

Berusia ini baja dapat dibuat dengan bermacam kekuatan yang dapat dinyatakan dengan kekuatan tegangan tekan lelehnya( Fy) ataupun oleh tegangan tarik batasan( Fu). Bahan baja meski dari tipe yang sangat rendah kekokohannya, senantiasa memiliki perbandingan kekuatan per- volume lebih besar apabila dibanding dengan bahan- bahan bangunan yang lain yang universal dipakai. Perihal ini membolehkan perencanaan suatu konstruksi baja dapat memiliki beban mati yang lebih kecil buat bentang yang lebih panjang, sehingga.  kelebihan ruang serta volume yang bisa dimanfaatkan sebagai langsingnya profil- profil yang dipakai.

Baca Juga  100 Jenis Kayu dan Kelasnya Yang ada di Indonesia

Bagi Standar Nasional Indonesia no 03–1729–2002, watak mekanis baja struktural yang digunakan dalam perencanaan wajib penuhi persyaratan minimum yang diberikan pada Tabel di bawah :

Tabel Sifat mekanis baja struktural

Sifat mekanis baja struktural

Sifat-sifat mekanis lainnya dari sebuah baja struktural diperuntukan sebagai perencanaan ditetapkan sebagai berikut:

  • Modulus elastisitas       : E = 200.000 MPa Modulus geser                                         : G = 80.000 MPa
  • Nisbah poisson             : μ = 0,3
  • Koefisien pemuaian     : a = 12 x 10 -6 / oC

B. Sifat Daktilitas Baja

Watak dari baja yang bisa hadapi deformasi yang besar di dasar pengaruh tegangan tarik yang besar tanpa sirna ataupun putus diucap watak daktilitas. sifat baja Terdapatnya watak ini membuat struktur baja sanggup menghindari terbentuknya proses robohnya bangunan secara seketika. Watak ini sangat menguntungkan ditinjau dari aspek keamanan penunggu bangunan apabila terjalin sesuatu goncangan yang seketika, misalnya pada kejadian gempa bumi.

C. Korosi

Sifat baja sebagai material struktur bangunan  yang terletak di area yang korosif hendak hadapi korosi. Korosi berarti kembali jadi bahan dini( oxid). Yang diartikan dengan area yang korosif merupakan area yang dipengaruhi oleh kelembapan, air asin, asam, serta cairan penghantar listrik( elektrolit).

Bagi Frick Heinz, 1999, korosi pada baja dibedakan atas 2 tipe, ialah korosi kimia serta korosi elektrokimia. Korosi kimia merupakan pengkaratan yang diakibatkan oleh kelembapan, air asin, serta asam. Korosi elektrokimia merupakan pengkaratan yang terjalin sebab pembuatan unsure galvanis. Bila di antara 2 logam yang berbeda diberi ataupun dipengaruhi oleh cairan penghantar listrik( elektrolit), hingga hendak menyebabkan rusaknya( korosi) pada logam yang kurang mulia bagi urutan tegangan elektrokimia.

Baca Juga  Sifat dan Karakteristik Batu Bata Sebagai Bahan Bangunan

Sifat Baja Sebagai Material Struktur Bangunan

( Gambar Kerusakan baja akibat korosi elektrokimia )

Masa guna bahan bangunan baja sangat dipengaruhi oleh penangkalan terhadap korosi. Penangkalan korosi bisa dibedakan bagaikan berikut:

Pencegahan terhadap korosi secara non-logam:

  • dicat dengan oli atau dengan gemuk;
  • dicat;
  • dilapisi dengan bahan sintetis; atau
  • dilapisi dengan

Pencegahan terhadap korosi secara logam:

  • menyepuh/melapisi dengan seng (Zn), timah (Sn), emas (Au), atau perak (Ag);
  • melapisi secara galvanis dengan seng (Zn), krom (Cr), nikel (Ni), atau kadmium; atau
  • oksidasi (khusus aluminium).

D. Pengaruh Radiasi

Menurut Frick Heinz dan Koesmartadi Ch, 1999, untuk menghindari dampak nigatif terhadap kesehatan manusia yang disebabkan oleh perubahan radiasi kosmis atau aliran medan listrik dan medan magnet, maka semua bagian konstruksi baja dihubungkan dengan tanah (arde, pembumian).

Pembumian pada gedung dengan fondasi beton bertulang sebaiknya lewat tulangan fondasi saja dengan menggunakan kabel penghubung dari tembaga. Pada fondasi batu kali, kabel tersebut diletakkan di bawah kaki fondasi di dalam tanah. Pada setiap sudut bangunan, kabel tersebut dihubungkan vertical dengan sloof dan tiang (kolom praktis dsb.). Pada pembumian ini, semua instalasi listrik diberi arde sebagai kawat ketiga (hantaran +, hantaran -, dan arde). itulah artikel mengenai sifat baja, terimakasih telah berkunjung.