Perngertian dan Jenis-jenis Semen Lengkap SNI

Pengertian dan Jenis Semen

Semen berasal dari bahasa latin caementum yang berarti bahan perekat. Secara simpel, definisi semen merupakan bahan perekat ataupun lem, yang dapat merekatkan bahan– bahan material lain semacam batu bata serta batu koral sampai dapat membentuk suatu bangunan. Sebaliknya dalam penafsiran secara universal semen dimaksud bagaikan bahan perekat yang mempunyai watak sanggup mengikat bahan– bahan padat jadi satu kesatuan yang kompak serta kokoh( Bonardo Pangaribuan, 2013).

Bersumber pada Standar Nasional Indonesia( SNI) no 15- 2049- 2004, semen portland merupakan semen hidrolis yang dihasilkan dengan metode menggiling terak( clinker) portland paling utama yang terdiri dari kalsium

silikat( xCaO. SiO2) yang bersifat hidrolis serta digiling bersama– sama dengan bahan bonus berbentuk satu ataupun lebih wujud kristal senyawa kalsium sulfat( CaSO4. xH2O) serta boleh ditambah dengan bahan bonus lain. Hidrolis berarti sangat bahagia bereaksi dengan air, senyawa yang bersifat hidrolis hendak bereaksi dengan air secara kilat. Semen portland bersifat hidrolis sebab di dalamnya tercantum kalsium silikat( xCaO. SiO2) serta kalsium sulfat( CaSO4. xH2O) yang bersifat hidrolis serta sangat cepat

bereaksi dengan air. Respon semen dengan air berlangsung secara irreversible, maksudnya cuma bisa terjalin satu kali serta tidak dapat kembali lagi ke keadaan semula.

pengertian dan jenis semen sni
pengertian dan jenis semen sni

Jenis- jenis Semen

Sebagian tipe semen bagi Standar Nasional Indonesia( SNI) antara lain:

a. Portland Cement

Merupakan tipe yang sangat universal dari semen dalam pemakaian universal di segala dunia sebab ialah bahan dasar beton, serta plesteran semen.

2. Super Masonry Cement

Semen ini lebih pas digunakan buat konstruksi perumahan gedung, jalur serta irigasi yang struktur betonnya optimal K225. Bisa pula digunakan buat bahan baku pembuatan genteng beton, hollow brick, paving block, tegel serta bahan bangunan yang lain.

READ  Jenis Material Finishing Interior Bangunan

c. Oil Well Cement

Ialah semen spesial yang lebih pas digunakan buat pembuatan sumur minyak bumi serta gas alam dengan konstruksi sumur minyak dasar permukaan laut serta bumi. Buat dikala ini tipe OWC yang sudah dibuat merupakan class Gram, HSR( High Sulfat Resistance) diucap pula bagaikan” BASIC OWC”. Bahan additive/ bonus bisa ditambahkan/ dicampurkan sampai menciptakan campuran produk OWC buat konsumsi pada bermacam kedalaman serta temperatur.

d. Portland Pozzolan Cement

Merupakan semen hidrolis yang terbuat dengan menggiling clinker, gypsum serta bahan pozzolan. Produk ini lebih pas digunakan buat bangunan universal serta bangunan yang membutuhkan ketahanan sulfat serta panas ion tetap dikelilingi dengan molekul lagi, semacam: jembatan, jalur raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi serta fondasi pelat penuh.

e. Semen Putih

Digunakan buat pekerjaan penyelesaian( finishing), bagaikan filler ataupun pengisi. Semen tipe ini terbuat dari bahan utama kalsit( calcite) limestone murni.

f. Portland Composite Cement

Digunakan buat bangunan- bangunan pada biasanya, sama dengan pemakaian OPC dengan kokoh tekan yang sama. PCC memiliki panas ion tetap dikelilingi dengan molekul yang lebih rendah sepanjang proses pendinginan dibanding dengan OPC, sehingga pengerjaannya hendak lebih gampang serta menciptakan permukaan beton/ plester yang lebih rapat serta lebih halus.

 

Bagi SK- SNI T- 15- 1990- 03 semen portland/ Ordinary Portland Cement( OPC) dibedakan jadi:

1. Portland Cement Type I( Ordinary Portland Cement)

Semen portland jenis I ialah tipe semen yang sangat banyak diperlukan oleh warga luas serta bisa digunakan buat segala aplikasi yang tidak memerlukan persyaratan spesial. Contohnya, kala owner rumah ataupun tukang batu yang lagi mengerjakan proyek atau

READ  Pengertian, Jenis dan Sambungan Paku Keling

merenovasi rumah tinggal hendak membeli semen di toko bangunan, mereka cuma menyebut semen, tanpa menyebut tipe semen apa yang sepatutnya digunakan ataupun sesuai dengan area pemukiman mereka terletak, antara lain: bangunan, perumahan, gedung- gedung bertingkat, jembatan, landasan pacu serta jalur raya.

2. Portland Cement Type II( Moderate sulfat resistance)

Semen portland jenis II ialah semen dengan panas ion tetap dikelilingi dengan molekul lagi ataupun di dasar semen portland jenis I dan tahan terhadap sulfat. Semen ini sesuai digunakan buat wilayah yang mempunyai cuaca dengan temperatur yang lumayan besar dan pada struktur drainase. Semen portland jenis II ini dianjurkan buat dipakai pada bangunan semacam bendungan, dermaga serta landasan berat yang diisyarati terdapatnya kolom- kolom serta dimana proses ion tetap dikelilingi dengan molekul rendah pula ialah pertimbangan utama.

3. Portland Cement Type III( High Early Strength Portland Cement)

Tipe ini mendapatkan kekuatan besar dalam waktu pendek, sehingga bisa digunakan buat revisi bangunan beton yang butuh lekas digunakan ataupun yang acuannya butuh lekas dilepas. Tidak hanya itu pula bisa dipergunakan pada wilayah yang mempunyai temperatur rendah, paling utama pada wilayah yang memiliki masa dingin. Khasiat pembuatan jalur beton, landasan lapangan hawa, bangunan tingkatan besar, bangunan dalam air yang tidak membutuhkan ketahanan terhadap sulfat.

4. Portland Cement Type IV( Low Heat Of Hydration)

Jenis semen dengan panas ion tetap dikelilingi dengan molekul rendah. Semen jenis ini digunakan buat keperluan konstruksi yang membutuhkan jumlah serta peningkatan panas wajib diminimalkan. Oleh sebab itu semen tipe ini hendak mendapatkan tingkatan kokoh beton dengan lebih lelet dibanding portland jenis I. Jenis semen semacam ini digunakan buat struktur beton masif semacam dekameter gravitasi besar yang mana peningkatan temperatur akibat panas yang dihasilkan sepanjang proses curing ialah aspek kritis. Sesuai digunakan buat wilayah yang bersuhu panas.

READ  30 Contoh Nirmana Titik Dwimatra [PART 1]

5. Portland Cement Type V( Sulfat Resistance Cement)

Semen portland yang dalam penggunaannya membutuhkan ketahanan besar terhadap sulfat. Sesuai digunakan buat pembuatan beton pada wilayah yang tanah serta airnya memiliki isi garam sulfat besar. Sangat sesuai buat instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan, serta pembangkit tenaga nuklir.

pengertian semen
pengertian semen