Mengenal Perbedaan Shop Drawing dan as built drawing Lengkap Penjelasan

Perbedaan Shop Drawing dan As Built Drawing

shop drawing dan as built drawing, bagi rekan- rekan yang bekerja di perusahaan kontraktor atau di bidang arsitektur ,mesti sering di dengar dengan suatu tahapan saat sebelum penerapan pekerjaan di lapangan, ialah pembuatan shop drawing. simpenya penafsiran shop drawing merupakan gambar teknis lapangan yang digunakan bagaikan acuan penerapan pekerjaan. gambar Shop drawing terbuat oleh kontraktornya, yang diajukan approval terlebih dulu ke Konsultan Pengawas dan atau MK, sebeleum proyek mulai dikerjakan. Dari uraian di atas, telah jelas penafsiran shop drawing, waktu pembuatannya serta terbuat oleh siapa shop drawing ini.

 

as built drawing
as built drawing

Tetapi nyatanya tetap saja kami masih sering menemui terdapatnya kekeliruan dalam menguasai penafsiran shop drawing serta posisi shop drawing. Pada suatu web tentang jasa desain arsitek, dipaparkan kalau penafsiran shop drawing merupakan:

“Gambar kerja dan shop drawing merupakan suatu gambar proyek yang dipakai buat acuan penerapan di pekerjaan proyek. Gambar ini merupakan perinci serta jadi pedoman pelaksana dalam melkamikan pekerjaan sesuatu proyek.”

Penafsiran di atas telah benar. Tetapi kala kami mencermati contoh shop drawing yang diberikan, nyatanya merupakan suatu gambar desain dari arsitek ataupun perencana. Sketsanya tidak perinci, baik tentang notasi gambar, dimensi, ukuran ataupun tipe material.

Baca Juga  Pengertian Arsitektur Futuristik dan Contoh Bangunannya

Sedangkan itu, pada web yang lain, kami menemukan uraian shop drawing yang kacau. Kekeliruan uraian itu terjalin kala web tersebut berupaya menarangkan tentang perbandingan antara shop drawing dengan as built drawing, bagaikan berikut:

” shop drawing terbuat oleh perencana bangunan baik itu perorangan maupun industri. Gambar yang tersaji dalam 1 set bendel, kadang diiringi dengan soft copy. Sebaliknya gambar As Built Drawing terbuat oleh kontraktor & pelaksana pembuat bangunan, pula dapat perorangan maupun industri kontraktor bangunan.”

Kesalahan dalam uraian di atas merupakan:

Shop drawing dikerjakan oleh kontraktor, bukan oleh desainer / pihak perencana.

Shop drawing terbuat tiap terdapat sesi pekerjaan yang hendak dilaksan

akan, jadi shop drawing itu tidak langsung dalam satu bundel utuh ful lengkap. Jadi, shop drawing serta as built drawing bersama dikerjakan oleh kontraktor/ pelaksana. Kelainannya, shop drawing dikerjakan saat sebelum penerapan pekerjaan, sebab jadi panduan penerapan pekerjaan itu sendiri. di sisi lain as built drawing terbuat sehabis berakhirnya proyek, serta menggambarkan apa yang terlaksana di lapangan, tercantum penyesuaian ataupun pergantian yang bisa jadi terjalin di lapangan.

Sebaliknya pada gambar yang terbuat oleh perencana, lebih pas kita sebut bagaikan gambar desain. Status gambar desain dalam suatu lelang penerapan pekerjaan kerap kita sebut bagaikan gambar kontrak yang maksudnya merupakan gambar yang jadi dasar dalam penerapan pekerjaan oleh kontraktor serta jadi acuan untuk Konsultan Pengawas/MK/ Pemilik buat membagikan approval shop drawing yang diajukan oleh kontraktor, saat sebelum penerapan proyek.

Baca Juga  10 Konsep Desain Interior Yang Sedang Trend di Dunia

Lebih jelasnya bisa lihat tabel di bawah ini :

tabel perbedaan shop drawing dan as built drawing
perbedaan shop drawing dan as built drawing

Dengan tujuan pedoman pengoperasian, pasti saja As Built Drawing tidak butuh sedetil shop drawingl. spek berarti yang wajib dicermati merupakan tujuan komunikasi kedua gambar tersebut. Shop Drawing bertujuan buat data lengkap gimana membangun, sebaliknya As Built Drawing bertujuan buat data pedoman pengoperasian. Tetapi demikian, senantiasa terdapat saja yang kacau dalam mempersepsikan kedua gambar ini. Sebagian permasalahan nyata bersumber pada pengalaman disebutkan di dasar ini:

As Built Drawing jadi bagian item progress pekerjaan dengan bobot tertentu. Permasalahan ini kadangkala terjalin. Jelas ialah perihal yang kacau sebab As Built Drawing dikerjakan kala pekerjaan sudah berakhir. Bila dikira bagian dari pekerjaan, hingga progress hendak susah menggapai 100%. Membuat As Built Drawing sendiri memerlukan waktu yang tidak sedikit. Dampaknya proses menggapai progress 100% hendak molor lumayan jauh.

As Built Drawing cuma disetujui bila segala dokumen konstruksi sudah lengkap. Permasalahan ini terjalin sebab menggabungkan adukkan antara proses konstruksi serta pasca konstruksi. Merupakan benar kalau dalam penerapan konstruksi wajib diiringi dengan kelengkapan dokumen pendukung. Tetapi perihal ini bukan jadi ketentuan approval As Built Drawing sebab gambar ini cumalah record hasil pekerjaan.