Pengertian, Jenis dan Sambungan Paku Keling

Paku keling adalah salah satu metode penyambungan dari paku yang sederhana. sambungan keling biasanya/umunya diterapkan pada jembatan, bangunan, ketel, tangki, kapal Dan pesawat terbang. Penggunaan cara penyambungan dengan paku keling ini pun sangat baik dipakai untuk penyambungan pelat-pelat alumnium. sudah semenjak lama diterima sebagai perangkat penyambung batang, tetapi sejumlah tahun terakhir ini telah jarang digunakan.

Paku keling diciptakan dari baja batangan dan memiliki format silinder dengan kepala di di antara ujungnya. Paku keling tercipta dari baja karbon sedang dengan Mutu I (Fy = 28 ksi) (1190 MPa) dan Mutu 2 (Fy = 38 ksi) (260 MPa), serta kekuatan leleh minimum yang diputuskan didasarkan pada bahan baja batangan.

PAKU KELING

paku-keling

Pembuatan dan pemasangan paku keling memunculkan perubahan sifat mekanis. Proses pemasangannya ialah kesatu paku keling dipanasi sampai warnanya menjadi merah muda lantas paku keling dimasukkan ke dalam lubang, dan kepalanya ditekan seraya mendesak ujung lainnya sampai-sampai terbentuk kepala beda yang bulat.

Besarnya jepitan dampak pendinginan paku keling bervariasi dari satu paku keling ke lainnya, sampai-sampai tidak dapat dianggarkan dalam perencanaan. Paku keling pun dapat dipasang pada suasana dingin namun akibatnya gaya jepit tidak terjadi sebab paku tidak menciut setelah dipasang.

Sambungan-sambungan paku keling dapat mengalami keruntuhan dalam empat teknik yang berbeda.

  1. Pertama, batang-batang yang disambung bakal mergalami keruntuhan melewati satu atau lebih lubang-lubang perangkat penyambungan dampak bekerjanya gaya tarik (Iihat Gambar 6.12a).
  2. Kedua, bilamana lubang-lubang dibor terlampau dekat pada tepi batang tarik, maka baja di belakang alat-alat penyambung bakal meleleh dampak geseran (Iihat Gambar 6.12b).
  3. Ketiga, perangkat penyambungnya sendiri merasakan keruntuhan dampak bekerjanya geseran (Gambar 6.12.c).
  4. Keempat, satu-satu atau lebih batang tarik merasakan keruntuhan sebab tidak dapat menyangga gaya-gaya yang disalurkan oleh alat-alat penyambung (Gambar 6.12d).
    jenis sambungan pake keling
    Gambar 3.6. Jenis keruntuhan sambungan

    Sumber: Salmon dkk , 1991, dalam Ariestadi Dian, 2008

Untuk mecegah dari terjadinya keruntuhan maka di sarankan untuk  sambungan maupun batang- batang yang disambung mesti dirancang agar dapat menanggulangi keempat jenis keruntuhan yang diajukan di atas.

  • Pertama, untuk memastikan tidak terjadinya keruntuhan pada bagian-bagian yang disambung, bagian-bagian itu harus dirancang sedemikian rupa, sampai-sampai tegangan tarik yang bekerja pada penampang bruto lebih kecil dari 0,6 Fy, dan yang bekerja pada penampang etektif netto lebih kecil dari 0,5 Fy.
  • Kedua, untuk menangkal robeknya baja yang terletak di belakang perangkat penyambung, maka jarak minimum dari pusat lubang perangkat penyambung ke tepi batang dalam arah yang sama dengan arah gaya tidak boleh tidak cukup dari 2 P/ Fu t . Di sini P ialah gaya yang disangga oleh perangkat penyambung, dan t ialah tebal kritis dari unsur yang disambung.
  • Ketiga, untuk memastikan supaya perangkat penyambung tidak runtuh dampak geseran, maka jumlah perangkat penyambung mesti ditentukan cocok dengan peraturan, agar dapat memberi batas tegangan geser maksimum yang terjadi pada bagian perangkat penyambung yang kritis.
  • Keempat, untuk menangkal terjadinya kerusakan pada unsur yang disambung dampak penyaluran gaya dari perangkat penyambung ke batang maka mesti ditentukan jumlah minimum perangkat penyambung yang dapat menangkal terjadinya kerusakan tersebut

Baca Juga  Jenis Material Finishing Interior Bangunan