Pengertian dan Bagian Tangga pada Bangunan Rumah

PENGERTIAN DAN FUNGSI TANGGA PADA BANGUNAN

Tangga adalah suatu alat tranportasi dalam gedung yang sangat konvensional. Dalam merencanakan tangga terdapat sejumlah unsur yang sangat penting dan patut dicermati, yaitu kenyamanan, ketenteraman dan keindahan.

Aman dalam urusan ini tangga yang direncanakan diciptakan dengan konstruksi yang kokoh sehingga dapat menampung beban pengguna saat menapaki tangga. Disebut nyaman jika tangga mudah dilewati dan tidak menjadikan orang gampang lelah maupun jenuh saat menapakinya.

Tangga di samping aman dan nyaman, semestinya diciptakan untuk mendukung tampilan ruang secara keseluruhan, baik proposi ukuran maupun dimensi tangga terhadap suatu ruang.
Tangga bermanfaat sebagai jalan naik dan turun antar lantai tingkat.

Syarat tangga nyaman :

Ø  Letak tangga harus mudah terlihat dan ditelusuri oleh orang yang akan menggunakannya.
Ø Ruang tangga diusahakan terpisah dengan ruang lain, supaya orang yang naik turun tangga tidak mengganggu kegiatan penghuni yang lain.
Ø Apabila tangga dijadikan sebagai jalur darurat, pada perencanaannya wajib di taruh dekat pintu keluar, supaya saat terjadi bencana, penghuni lantai atas bisa turun langsung mengarah ke halaman luar.

Bagian Bagian Tangga 

bagian bagian tangga
bagian bagian tangga

Berikut adalah bagian bagian tangga pada bangunan rumah:

a) Pondasi tangga
Sebagai dasar andalan (landasan) supaya tidak merasakan penurunan atau pergeseran. Maka, di unsur pangkal tangga bawah mesti diberi pondasi.

Baca Juga  139 Daftar Arsitek Profesional di Indonesia

Pondasi tangga bisa berupa pasangan batu kali, beton bertulang ataupun kombinasi kedua bahan tesebut. Pada lantai bertingkat, di bawah pangkal tangga mesti diberi balok anak sebagai pengaku plat, supaya lantai tidak menyangga beban tepusat yang besar.

b) Ibu tangga
Ibu tangga adalah bagian konstruksi pokok yang mendukung anak tangga. Ibu tangga adalah konstruksi yang menjadi satu dengan rangka bangunanya, namun boleh juga dibuat terpisah, tergantung teknik mana yang dirasakan paling menguntungkan.

c) Anak tangga
Anak tangga ialah bagian dari tangga yang bermanfaat untuk bertumpuan telapak kaki. Anak tangga dipasang secara teratur, supaya aman saat di pakai oleh pemakai. Bentuk dan lebar serta selisih tinggi masing- masing anak tangga harus diciptakan sama.

Anak tangga dapat diciptakan secara terus menerus bersambungan dari bawah hingga atas. Bila menghendaki variasi format lain, anak tangga bisa juga diciptakan secara terpisah dengan format sesuai selera.

d) Pagar tangga
Pagar tangga ialah pelindung di samping sisi tangga untuk pemakai agar tidak terpeleset jatuh atau guna pegangan ketika menaiki tangga tersebut.

Pada sisi tangga yang berbatasan langsung dengan tembok tidak butuh memasang pagar tangga, namun disisi lain yang bebas mesti diberi pagar.

Bentuk pagar tangga dapat diciptakan dengan sekian banyak motif, yang sangat sederhana dibuat dari papan yang dipakukan pada tiang- tiang yang ditanam pada anak tangga. Apabila menghendaki format yang artistic, dapat digunakan kayu yang diukir atau batang baja kecil yang dibentuk sekian banyak bentuk.

Baca Juga  Mengenal Arsitektur Tradisional Berikut Penjelasannya

e) Pegangan Tangga
Pegangan tangga adalah suatu yang diletakan pada anak tangga sebagai tempat bertumpunya tangan saay orang naik turun tangga agar terasa aman.
Bentuk dan ukuran pegangan dibuat supaya terasa enak dan pas oleh telapak tangan. Bentuk umum dibuat bulat atau oval dengan diameter 4-5 cm, bila dipakai format persegi ukurannya ialah 4×6 cm.
Pegangan tangga dipasang bertumpu pada tiang-tiang pagar tangga.

bagian bagian tangga
bagian bagian tangga

Bagi menahan desakan orang pada pegangan tangga, maka tiang- tiang ini mesti ditanam powerful pada anak tangga atau ibu tangga, supaya tidak gampang roboh ke samping.

Pada sisi yang berbatasan dengan dinding, pegangan tangga bisa bertumpu pada begel yang ditanam pada dinding. Sela bebas antara pegangan tangga dengan dinding paling tidak 4 cm, supaya tangan tidak hingga bergesekan dengan dinding. Tinggi pegangan tangga diciptakan 80 cm diukur dari permukaan anak tangga.

f) Bordes
Bordes adalah suatu plat datar diantara anak- anak tangga, yang berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat sejenak saat melakukan naik turun tangga. Dari segi kenyamanan, aturan baku penciptaan tangga, setiap elevasi maksimum 12 anak tangga ( setinggi 1,5 – 2 m) mesti diciptakan bordes (landing).

Bordes dipasang pada tangga yang terlampau panjang atau pada sudut sebagai tempat pergantian arah tangga yang berbelok. Bordes dapat diciptakan lebih dari satu,saat arah berbelok tangga lebih dari dua kali.
Lebar bordes ideal guna bangunan lokasi tinggal tinggal, 80- 100 cm, sedangkan untuk bangunan umum 120-200 cm.

Baca Juga  Bahan Bangunan Rumah Minimalis