Penerapan Desain Futuristik Pada Interior Cafe di Surakarta [ Artikel Ilmiah ]

Penerapan Desain Futuristik Pada Interior Cafe di Surakarta

“Penerapan Desain Futuristik Pada Interior Kafe di Surakarta”

Aditya Wahyudin

Universitas Sebelas Maret

Abstrak

Manusia membutuhkan kepercayaan terhadap produk yang dipakainya, maka untuk kafe dan produknya harus didesain sesuai dengan corporate imagenya agar menciptakan kepercayaan dari konsumennya dan menjadikan terobosan baru yaitu menjadikan kafe menjadi tempat berkumpul dan bersantai. Perancangan Interior Kafe ini mengutamakan kenyamanan suasana ruang ditinjau dari segi ergonomi, layout furnitur, dan nuansa yang akan diciptakan, yaitu futuristik dengan mengadopsi dari hal yang berbau teknologi. Dengan konsep ini diharapkan terciptanya image yang dapat menarik perhatian para pengunjung. Secara keseluruhan, konsep penataan interior Kafe bertema Futuristik ini mengutamakan modernitas dalam nuansa ruang yang penuh warna dan didukung penggunaan teknologi canggih untuk terciptanya suasana yang diinginkan. Jadi hasil akhir desain interior ini adalah terciptanya inovasi desain sebuah kafe komunitas yang  kreatif serta dapat menciptakan kenyamanan pengunjungnya.

Kata Kunci: Futuristik, Desain Interior, Kafe, Surakarta

 Penerapan Desain Interior Futuristik

  1. PENDAHULUAN

        Perkembangan gaya hidup manusia semakin meningkat. Bermula dari kebiasaan rutinitas sehari – hari yang kemudian menjadi suatu gaya hidup. Menikmati kopi bukan menjadi aktifitas menikmati kopi saja, kopi dapat dinikmati dengan berkumpul bersama teman, kerabat maupun keluarga. Kopi juga dinikmati dalam menemani aktifitas lain seperti, mengerjakan tugas atau pekerjaan, bahkan digunakan sebagai mediator dalam sarana bisnis, seperti meeting atau bertemu dengan klien.

Dalam menikmati kopi juga terdapat konstruksi sosial yang melatar belakanginya, yaitu kecenderungan seseorang untuk bergaul dengan kelompok sosialnya. Hakikat dasar manusia adalah tidak bisa hidup sendiri, manusia akan selalu mencari teman untuk berbagi dan bergantung . Dalam sebuah kecenderungan ini cafe sudah menjadi tempat umum yang dipilih masyarakat dalam menikmati sebuah kopi. Tempat dan suasana cafe yang terkesan lebih “gaul” dan elegan menjadi nilai tersendiri dimasyarakat dalam menikmati  sebuah kopi.

            Pada umumnya desain interior kafe bernuansa klasik dan vintage. Sebagaimana manusia yang memiliki tingkat kecenderungan “cepat bosan”, pastilah desain cafe yang umum ini suatu saat akan terasa membosankan, oleh karena itu saya mencoba menerapkan desain interio kafe dengan tema Futuristik yang sangat berbeda dengan desain kafe pada umumnya, lalu bagaimana jadinya jika kafe yang bisanya memakai tema klasik dan vintage akan menerapkan desain futuristik ?

  1. PEMBAHASAN
  • Tinjauan Tentang Kafe

Cafe berasal dari bahasa Perancis. Cafe memiliki arti harafiah (minuman) kopi, tetapi kemudian menjadi tempat di mana seseorang bisa minum minum, tidak hanya kopi, tetapi juga minuman lainnya. Di Indonesia, cafe berarti semacam tempat sederhana yang menyediakan makanan dan minuman dengan tempat yg nyaman serta menarik. Dengan ini cafe berbeda dengan warung.

READ  Gambar Warung Sembako Modern Sederhana [ Foto dan Desain ]

Cafe adalah semacam restoran cukupan yang sifatnya tidak resmi dengan pelayanan cepat, di mana para tamu mengumpulkan makananya di atas baki yang diambil di atas counter dan kemudian membawanya ke meja makan (Marsum, 2000:8-11).

Cafe dikaitkan dengan kepariwisataan termasuk salah satu jenis restoran, artinya usaha komersial yang ruang lingkup dan kegiatannya menyediakan hidangan makanan dan minuman (Peraturan pemerintah RI No. 34/ PP/ DPR RI/ 1997).

Cafe menurut Dictionary of English Language and Culture oleh Longman adalah restaurant kecil yang melayani atau menjual makanan ringan dan minuman, cafe biasanya digunakan oleh orang – orang untuk menghabiskan waktu atau istirahat sejenak.

Cafe adalah tempat yang paling menyenangkan, dan yang mana satu menemukan segala macam orang karakter yang berbeda (Broudy, E. 1986:43).

  1. Kafe di Kota Surakarta

Kota Surakarta juga disebut Solo atau Sala, adalah wilayah otonom dengan status kota di bawah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dengan penduduk 503.421 jiwa (2010) dan kepadatan 13.636/km2. Kota dengan luas 44 km2, ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan. Kota ini juga merupakan kota terbesar ketiga di pulau Jawa bagian selatan setelah Bandung dan Malang menurut jumlah penduduk. Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan Solo. Bersama dengan Yogyakarta, Surakarta merupakan pewaris Kesultanan Mataram yang dipecah melalui Perjanjian Giyanti, pada tahun 1755 Penerapan Desain Futuristik.

Usaha Kafe di Surakarta bisa di bilang banyak di minati, pasalnya sangat banyak kafe yang tersebar di daerah surakarta ini, seperti : Cafe Tiga Tjeret; Omah Londo; Lattetude Coffee; Ngopi Serius; Dapur Tempur Solo; Marakez Cafe dan masih banyak lagi. Dari bermacam-macam kafe di daerah Surakarta, memiliki tema yang hampir sama, yaitu “klasik” ya memang itulah gaya dari kafe. Namun bisa saja seuatu saat akan mengalami “pemudaran” popularitas untuk interior kafe klasik ini.

  1. Pengertian Desain Futuristik

          Futurisme dari bahasa Perancis, futur atau bahasa Inggris, future yang keduanya berarti “masa depan” adalah sebuah ilmu yang mempelajari masa depan. Selain itu aliran ini juga merupakan sebuah aliran seni yang “avant-garde” atau sebelum masanya, terutama pada tahun 1909. Aliran ini terutama paling kuat muncul di Italia, meskipun ada juga pengikut-pengikutnya di Britania Raya dan Rusia.

READ  Desain Interior Ruang Keluarga dan Cara Menatanya
Penerapan Desain Futuristik
Penerapan Desain Futuristik

          Futurisme  merupakan aliran seni di Italia yang didirikan oleh Filippo Marinetti pada tahun 1908. Gerakan ini diinspirasi dari kehidupan yang berubah karena penemuan mesin yang menghasilkan unsur gerak dan kecepatan yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia di awal abad ke-20. Tipografi dalam Futurisme berkembang menjadi media ekspresi dalam desain, bukan makna saja tapi juga bentuknya, divisualkan dengan puisi yang memakai bentuk-bentuk tipografi sebagai ungkapan perasaan yang mendukung karya puisi tersebut (Heller, and Seymour 90-4).

          Futurisme telah berkembang dari tipografi menjadi bidang kesenian seperti : seni lukis, seni patung, seni musik, desain dan arsitektur. Dalam dunia arsitektur Futurisme biasa berpangaruh pada bagian-bagian dari bangunan seperti pintu masuk, lantai, bentuk bangunan, ornamen, dsb. Nilai-nilai dari kaum Futuris, dimaksudkan untuk mengiringi dan mengimbangi pergeseran kebudayaan, kekuatan dinamis pasar yang luas, era permesinan, dan komunikasi global menurut argumentasi mereka.

          Futurisme juga banyak mempengaruhi aliran seni pada abad ke 20 seperti Art Deco, Konstructifisme, Dadaisme, dan Surealism. Futurisme merupakan gerakan awal lahirnya Modern. Dengan terjadinya Revolusi Industri berpengaruh pula pada Futurisme ini.

  1. Penerapan Desain Futuristik Pada Kafe

Konsep futuristik lebih cenderung membentuk lengkungan sederhana namun sudah melalui tahapan modifikasi sehingga bentuk awalnya tidak terlihat dan menciptakan bentuk baru. Bentuk yang di pakai pada cafe ini adalah bentuk futuristik yang di padukan dengan sarana game elektronik Penerapan Desain Futuristik.

 

  1. Interior

Pemakaian konsep futuristik dimana bentuknya yang banyak lengkungan seperti contoh karya-karya dari Zaha Hadid. Banyak hidden lamp dan garis strukur arsitek lengkung. Dalam kafe juga didapati banyak spot light yang ditutup dengan akrilik sehingga terlihat glow dalam lampu tersebut.

Penerapan Desain Futuristik cafe

  • Konsep Lantai

Membuat pola futuristik pada lantai dengan menggunakan warna putih, hitam dan abu-abu yang merupakan ciri dari langgam futuristik. Menggunakan material keramik yang diberi nat sesuai dengan warna lantai. Pola tersebut dibuat difungsikan juga untuk memperlihatkan sirkulasi dan memudahkan menata produk. Namun untuk menambah suasana hangat dalam cafe beberapa lantai di desain menggunakan vinyl dengan motif kayu. Dimaksudkan agar suasana cafe tidak terlalu formal dan dingin.

  • Konsep Dinding

Pada dinding menggunakan dominan cat warna putih, dengan beberapa elemen tambahan pada dinding yang difinis putih dengan hpl glossy, dan juga mengkolaborasi kaca dan partisi yang di bentuk dengan bentukan futuristik.

Penerapan Desain Futuristik dinding
Penerapan Desain Futuristik dinding
  • Konsep Plafond

Melakukan permainan leveling pada plafon dengan up/down ceiling yang dibentuk dengan bentukan futuristik, kemudia membuat direct light yang di tutup dengan acrylic sehingga memberi kesan garis yang mengeluarkan cahaya Penerapan Desain Interior Futuristik .

READ  35+ Desain Interior Cafe Kecil Bergaya Klasik, Vintage dan Modern
Penerapan Desain Futuristik plafond
Penerapan Desain Futuristik plafond
  • Konsep Furniture

Menggunakan furnitur dengan bentukan custom yang mempunyai sudut lengkung dengan menggunakan material steinless, acrylic, dan fabrik yang difinis dengan warna-warna futuristik, dan juga menjadikan salah satu furnitur dengan warna yang berbeda sehingga menjadi  pada ruang penerapan desain interior futuristik.

  1. Konsep Estetis

Pada pemilihan bentuk furniture ditekankan pada bentukan futuristik. Bentuk futuristik yang dipilih tidak hanya sebagai estetis saja namun memiliki fungsi untuk menunjang aktifitas pengunjung.

Konsep furniture yang digunakan pada kafe ini mengacu pada konsep futuristic yang sudah dipilih.

Melakukan perbedaan warna pada elemen dinding seperti lorong waktu pada alur yang menghubungkan area pengunjung dan dapur. Desain lorong ini menggunakan hidden lamp pada pola tersebut sehingga menambahkan kesan futuristik. Lorong tersebut dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung cafe.

  1. PENUTUP
    Kesimpulan

Cafe merupakan tempat untuk bersantai dan berkumpul. Pada saat ini kafe bertemakan klasik sudah sangat umum di masyarakat oleh karena itu, penerapan konsep interior futuristik pada kafe menjadikan terobosan baru bagi desain kafe. Karena manusia memiliki sifat yang mudah bosan, terobosan sangatlah di butuhkan untuk menunjang kepuasan bagi masyarakat. Secara keseluruhan, konsep penataan interior Kafe bertema Futuristik ini mengutamakan modernitas dalam nuansa ruang yang penuh warna dan didukung penggunaan teknologi canggih untuk terciptanya suasana yang diinginkan. Jadi, desain furistik sangat bisa di terapkan di kafe modern saat ini, seperti yang telah banyak di terapkan di kafe-kafe di negara lain Penerapan Desain Futuristik .

 

  1. Saran

                        Sebaiknya desain interior yang berkembang masyarakat itu selalu berinovas iagar tak tertinggal zaman dan dapat memuaskan kebosanan manusia, namun tetap harus menjaga yang sudah ada seperti halnya tradisi dan budaya hanya saja di implementasikan ke desain yang modern Penerapan Desain Interior Futuristik .

Daftar Pustaka

Aritonang, Liesbeth. 2015. Bahan Kuliah: Desain Interior. Institut Sains dan Teknologi Pardede. Medan.

Julius Panero. 2001. Human Dimension and Interior Space.

Rahayu, Adhifah. 2012. “Peran Warna dalam Arsitektur sebagai Salah Satu Kebutuhan Manusia”. Skripsi. Fakultas Teknik. Program Studi Arsitektur. Universitas Indonesia.

Lyna, Khihnawati. 2010. “Perencanaan dan Perancangan Interior Pusat Pendidikan dan Pelatihan Marching Band di Surakarta”. Tugas Akhir. Fakultas Sastra dan Seni Rupa. Jurusan Desain Interior. Universitas Sebelas Maret.

Wardhana, Mahendra. 2013. Bahan Kuliah: Metodologi Riset Interior. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.