Kontruksi dan Detail Beton Bertulang Penjelasan Lengkap

Kontruksi dan Detail Beton Bertulang merupakan sistem struktur dengan konstruksi beton hingga dikala ini masih jadi opsi utama dalam pengerjaan bangunan. Tidak hanya sebab kemudahan pengerjaan serta kokoh tekan yang besar, sebagian pertimbangan lain antara lain merupakan kemudahan buat memperoleh material penyusun dan kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya.

kontruksi dan detail beton bertulang

A. Sistem Konstruksi Beton Bertulang

Sistem konstruksi beton yang digunakan( Ariestadi Dian, 2008) antara lain:

  • Slab serta Balok
  • Sistem Plat Ber- rusuk Satu Arah
  • Konstruksi Plat DatarKonstruksi Slab Datar
  • Konstruksi Slab serta Balok 2 Arah
  • Slab Wafel
  • Bentuk Lengkung
  • Elemen Beton Pracetak
  • Papan Beton Pracetak
  • Bentuk T Rangkap serta Kanal
  • Bentuk T Tunggal
  • Sistem Gedung Khusus

B. Detail Beton bertulang

Beton ialah bahan yang sangat sanggup menahan tegangan tekan namun tidak bisa ataupun nyaris tidak bisa menahan tegangan tarik. Dalam beton bertulang hingga baja tulangan ialah bahan yang menahan tegangan tarik. Suatu batang baja tulangan yang tertanam baik dalam beton yang membeku hendak merekat sedemikian rupa sampai dibutuhkan style yang lumayan besar buat menariknya keluar.

Indikasi ini diucap dengan adhesi ataupun lekatan yang membolehkan kedua bahan bisa silih bekerja sama secara struktural. Tidak hanya itu, penutup beton yang lumayan padat serta tebal bagaikan pelindung tulangan, hendak melindungi tulangan baja terhadap korosi.

3. Rangkuman

Batu alam yang baik digunakan bagaikan bahan bangunan merupakan batu yang permukaannya agresif sebab hendak membuat jalinan yang kuat. Batu alam yang digunakan bagaikan bahan bangunan dikelompokkan bersumber pada besar butirannya bagaikan berikut:

– Pasir, dimensi diameter butiran 0, 06 milimeter hingga 2 milimeter.

– Kerikil, dimensi diameter butiran 2 milimeter hingga 60 milimeter.

– Batu, dimensi diameter butiran lebih besar dari 60 milimeter.

Bata merah ataupun batu bata merupakan batu buatan yang berasal dari tanah liat yang dalam kondisi lekat dicetak, dijemur sebagian hari kemudian terbakar hingga matang, sehingga tidak bisa sirna lagi apabila direndam dalam air.

Baca Juga  Perngertian dan Jenis-jenis Semen Lengkap SNI

Dimensi standar bata merah ialah:

  •  panjang 240 milimeter, lebar 115 milimeter, tebal 52 milimeter.
  •  panjang 230 milimeter, lebar 110 milimeter, tebal 50 milimeter.

Ketentuan absolut dimensi bata merah: 1 panjang= 2 lebar+ 1 siar

1 lebar= 2 tebal+ 1 siar Siar merupakan adukan perekat setebal rata- rata 1 centimeter.

Batako ataupun bata beton merupakan batu cetak berupa bata yang terbuat dari kombinasi bahan perekat hidrolis, air serta agregat, dengan ataupun tanpa bahan bonus yang lain yang tidak merugikan watak batako itu.

Agregat bisa berbentuk tras, pasir, gilingan batu alam serta yang lain. Bahan perekat hidrolis bisa berbentuk kapur serta semen. Sebaliknya bahan bonus berbentuk bahan kimia yang bisa memesatkan masa pengeringan serta pencapaian kekuatan, semacam kalsium klorida, bromida, serta karbonat.

Bata kapur dibuat dari kombinasi tanah liat dengan kapur gunung. Dimensi bata kapur 8 centimeter x 17 centimeter x 30 centimeter.

Bata hebel ataupun celcon biasanya berdimensi 10 centimeter x 19 centimeter x 59 centimeter. Bahannya dibuat dari pasir silika.

Adukan spesi merupakan adukan yang belum membeku, yang dibuat dari kombinasi bahan perekat hidrolis, agregat halus( pasir) serta air. Adukan spesi berperan buat mengikat batu- batuan tercantum bata pada konstruksi, dan buat menyelimuti permukaan bilik serta lantai. Adukan spesi yang sudah membeku dinamakan mortar.

Beton merupakan bahan yang diperoleh dengan mengombinasikan agregat halus, agregat agresif, semen portland serta air. Beton bertulang merupakan beton yang memiliki batang tulangan serta direncanakan bersumber pada asumsi kalau kedua bahan tersebut bekerja sama dalam memikul gaya- gaya.

Material penyusun beton bertulang dibedakan atas: agregat( halus serta agresif, ataupun kombinasi), semen, air, serta batang( baja) tulangan, serta bahan pembantu.

Agregat halus buat beton bisa berbentuk pasir alam ataupun pasir buatan. Pasir alam ialah pasir hasil desintegrasi natural dari batuan- batuan. Pasir buatan merupakan pasir hasil yang dihasilkan oleh alat- alat pemecah batu.

Agregat agresif buat beton bisa berbentuk kerikil alam ataupun berbentuk batu rusak( split, cipping). Pada biasanya, yang diartikan agregat agresif merupakan agregat dengan besar butir lebih dari 5 milimeter.

Baca Juga  Sifat Baja Sebagai Material Struktur Bangunan

Syarat- syarat agregat:

  •  Agregat terdiri dari butir- butir yang tajam, keras, tidak berpori serta bertabiat kekal;
  •  Agregat terdiri dari butir- butir yang berbagai macam besarnya.
  •  Agregat tidak boleh memiliki bahan- bahan organis sangat banyak, serta zat- zat yang bisa mengganggu beton semacam zat- zat yang reaktif alkali.
  •  Agregat agresif tidak boleh memiliki butir- butir yang pipih lebih dari 20% berat.
  •  Agregat agresif tidak boleh memiliki lumpur lebih dari 1% berat kering.
  •  Agregat halus tidak boleh memiliki lumpur lebih dari 5% berat kering.
  •  Pasir laut tidak boleh dipakai bagaikan agregat halus buat beton.

Semen berperan bagaikan pengikat bahan- bahan agregat dalam pembuatan beton. Watak utamanya merupakan mengikat dengan terdapatnya air serta mengeras

secara hidrolik. Hidrolik berarti kalau semen bereaksi dengan air serta membentuk sesuatu batuan yang keras( batuan- semen) serta kedap air.

Air dibutuhkan buat pembuatan adukan serta perawatan beton. Air tawar yang penuhi ketentuan air minum, tanpa diragukan boleh digunakan buat pembuatan adukan serta perawatan beton.

Bahan pembantu ataupun bahan kimia bonus( Admixtures) bertujuan buat membetulkan sifat- sifat tertentu dari adukan beton, misalnya: membetulkan mutu beton, sifat- sifat pekerjaan, waktu pengikatan serta pengerasan maupun buat maksud- maksud lain.

Batang tulangan berperan menahan style tarik. Penulangan beton memakai bahan baja yang mempunyai watak teknis yang kokoh menahan style tarik. Baja beton yang digunakan bisa berbentuk batang baja lonjoran maupun berbentuk batang- batang baja yang dianyam dengan metode pengelasan.

Kelas serta mutu beton standar:

kelas dan mutu standar beton bertulang
Tabel : kelas dan mutu standar beton bertulang

Buat seluruh mutu beton tidak hanya B0 serta B1, komposisi kombinasi beton wajib direncanakan ataupun diseleksi sedemikian rupa sampai menciptakan kekuatan tekan ciri(’ bk) yang disyaratkan buat mutu beton yang bersangkutan. Penentuan kokoh tekan bisa dicoba dengan perlengkapan uji tekan serta barang uji berupa silinder ataupun kubus pada usia barang uji 28 hari.

Baca Juga  Sifat Fisis Kayu Penjelasan Lengkap

Aspek air semen( FAS) merupakan perbandingan antara berat air serta berat semen. Dengan FAS senilai 0, 40 sudah lumayan buat pengaruhi segala semen berhidrasi membentuk batuan yang keras.

Kekentalan( konsentrasi) adukan beton wajib disesuaikan dengan metode pengankutan, metode pemadatan, tipe konstruksi serta kerapatan dari tulangan. Pengecekan kekentalan adukan beton bisa dicoba dengan slump. Batas- batasan kekentalan yang diajarkan maksimum 12, 5 centimeter serta minimum 2, 5 centimeter.

Komposisi adukan kombinasi buat beton mutu Bo bisa dipakai tiap kombinasi yang umum dipakai buat pekerjaan- pekerjaan non- strukturril, dengan ketentuan kalau perbandingan jumlah pasir serta kerikil( ataupun batu rusak) terhadap jumlah semen, tidak boleh melampaui 8: 1.

Kontruksi dan detail beton bertulang Buat beton mutu B1 serta K125 wajib dipakai kombinasi nominal semen, pasir serta kerikil( ataupun batu rusak) dalam perbandingan isi 1: 2: 3 ataupun 1: 1½: 2½. Buat beton mutu K175 serta mutu- mutu yang lain yang lebih besar, wajib dipakai kombinasi beton yang direncanakan.

Rangkak( creep) merupakan akumulasi regangan terhadap waktu akibat terdapatnya beban yang bekerja. Susut merupakan pergantian volume yang tidak berhubungan dengan beban. Proses susut pada beton hendak memunculkan deformasi yang biasanya hendak bertabiat menaikkan deformasi rangkak.

Sistem konstruksi beton yang digunakan antara lain:

  •  Slab serta Balok
  •  Sistem Plat Ber- rusuk Satu Arah
  •  Konstruksi Plat Datar
  •  Konstruksi Slab Datar
  •  Konstruksi Slab serta Balok 2 Arah
  •  Slab Wafel
  •  Bentuk Lengkung
  •  Elemen Beton Pracetak
  •  Papan Beton Pracetak
  •  Bentuk T Rangkap serta Kanal
  •  Bentuk T Tunggal
  •  Sistem Gedung Khusus

Beton ialah bahan yang sangat sanggup menahan tegangan tekan namun tidak bisa ataupun nyaris tidak bisa menahan tegangan tarik. Baja tulangan ialah bahan yang menahan tegangan tarik.

Sekian artikel kami tentang penjelasan Kontruksi dan Detail Beton Bertulang, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.