Klasifikasi Alat Berat Berdasarkan Fungsional dan Operasional Lengkap

Klasifikasi alat berat berdasarkan fungsional dan operasional contohnya atau fungsi dan operasi nya. Secara umum alat berat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi yang mana salah satunya adalah klasifikasi menurut fungsional nya. selain fungsionalnya, pembagian klasifikasi juga berdasarkan operasional, simak ulasan archizone di bawah ini :

Klasifikasi Alat Berat Berdasarkan Fungsional dan Operasional

A. Klasiflkasi Fungsional

Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas tujuh fungsi dasar.

1. Alat Pengolah Lahan
Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih adalahlahan pribumi yang mesti dipersiapkan se-belum lahan itu mulai di-olah. Jika pada tahan masih ter-dapat semak atau pepohonan maka pendahuluan lahan dapat dilaksanakan dengan menggu-nakan dozer. Bagi pengang-katan lapisan tanah sangat atas dapat dipakai scraper. Sedangkan guna pembentukan permukaan agar rata di samping dozer dapat dipakai juga motor grader.

klasifikasi-Motor-Grader-alat-berat
Gambar 1 : Motor-Grader

2. Alat Penggali
Jenis perangkat ini dikenal pun dengan istilah excavator. Fungsi dari perangkat ini ialah untuk menggali, laksana dalam kegiatan pembuatan basement atau saluran. Beberapa perangkat berat dipakai untuk mencari tanah dan batuan. Yang tergolong dalam kelompok ini ialah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.

3. Alat Pengangkut
Material Pengangkutan material dapat dipecah menjadi pengangkutan horisontal maupun vertikal. Truk dan wagon tergolong dalam perangkat pengangkutan hori-sontal sebab material yang diangkutnya hanya dialihkan secara horisontal dari satu lokasi ke lokasi lain. Umumnya perangkat ini digunakan untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh. Truk maupun wagon membutuhkan alat beda yang menolong memuat material ke dalamnya.

Gambar 1.3. Truk

Sedangkan crane tergolong di dalam kelompok alat pengangkutan vertikal. Material yang dibawa crane dialihkan secara vertikal dari satu ketinggian ke ketinggian yang lebih tinggi. Jarak jangkau pengangkutan crane relatif kecil.

4. Alat Pemindahan Material
Yang merupakan tergolong dalam kelompok ini ialah alat yang seringkali tidak di-gunakan sebagai perangkat transportasi tetapi dipakai untuk memindah-kan material dari satu perangkat ke perangkat yang lain. Loader dan dozer ialah alat pemindahan material.

5. Alat Pemadatan
Pada kegiatan penimbunan lahan seringkali setelah dilaksanakan penim-bunan maka pada lahan itu pertu dilaksanakan pemadatan. Hal ini dilaksanakan untuk menemukan permukaan yang rata dan padat. Pemadatan juga dilaksanakan untuk penciptaan jalan baik tersebut jalan tanah dan jalan dengan pengerasan elastis maupun pengerasan kaku. Yang tergolong sebagai perangkat pemadatan ialah tamping roller, pneumatic-tired roller, compactor, dan lain-lain.

Gambar compactor
Gambar Compactor

6. Alat Pemroses Material
Alat ini digunakan untuk mengolah batuan dan mineral alam menjadi suatu format dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari perangkat ini misalnya ialah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang tergolong dalam perangkat ini ialah crusher. Alat yang bisa men-campur material untuk penciptaan be-ton maupun aspal dikategorikan ke dalam perangkat pemroses material laksana concrete batch plant dan asphalt mixing plant.

7. Alat Penempatan Akhir Material 
Alat digolongkan pada kelompok ini ka-rena fungsinya, yaitu guna menempat-kan material pada tempat sudah diten-tukan. Di lokasi atau tempat ini material disebarkan secara merata dan dipa-datkan cocok dengan spesifikasi yang sudah ditentukan. Yang tergolong dalam kelompok ini ialah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan perangkat pemadat.

Gambar 1.6. Concrete Plant
Gambar 1.6. Concrete Plant
B. Klasifikasi Operasional

Klasifikasi Alat Berat Berdasarkan Fungsional dan Operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dialihkan dari satu lokasi ke lokasi lain atau tidak bisa digerakkan atau statis. Jadi, klasifikasi perangkat menurut pergerakkannya dapat dipecah atas:

1. Alat dengan Penggerak
Alat penggerak merupakan bagian dari perangkat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari perangkat penggerak ialah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Sedangkan belt adalahalat penggerak pada conveyor belt. Untuk sejumlah jenis perangkat berat laksana truk, scraper atau motor grader, perangkat penggeraknya ialah ban karet. Bagi alat-alat laksana backhoe, perangkat penggeraknya dapat salah satu dari kedua jenis di atas. Umumnya pemakaian ban karet dijadikan pilihan sebab alat berat dengan ban karet memiliki mobilitas lebih tinggi daripada perangkat berat yang memakai crawler. Alat penggerak ban karet pun menjadi opsi untuk situasi permukaan yang baik. Sedangkan pada permukaan tanah yang lembek, basah atau berpori umumnya dipakai alat berat beroda crawler. PadaTabel 1.1, ada faktor-faktor yang menjadi dasar pemilihan perangkat dengan memakai roda ban dan roda crawler klasifikasi.

2. Alat Statis
Alat statis ialah alat berat yang dalam menjalankan kegunaannya tidak beralih tempat. Yang tergolong dalam kelompok ini ialah tower cranddan batching plant baik guna beton maupun guna aspal serta crusher plant

Perbandingan antara alat beroda ban dan beroda crawler
Tabel 1.1 Perbandingan antara alat beroda ban dan beroda crawler
Klasifikasi Alat Berat Berdasarkan Fungsional dan Operasional
Klasifikasi Alat Berat Berdasarkan Fungsional dan Operasional

Sekian artikel kami mengenai Klasifikasi Alat Berat Berdasarkan Fungsional dan Operasional, semoga bermanfaat bagi kalian yang mungkin sedang mencari tau tentang hal ini :).