Arti Ergonomi dalam Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Ergonomi lingkungan kerja – Ergonomi artinya berasal dari kata Yunani kuno yakni “ergon” dan “nomos”. Ergon artinya kerja, sementara Nomos artinya aturan atau hukum. Secara borongan ergonomi artinya “hukum / aturan yang sehubungan dengan kerja. Ergonomi (atau hal manusia) ialah disiplin ilmu yang terkaitdengan pemahaman mengenai interaksi antara insan dan unsur lain dari sistem, dan profesi yang merealisasikan prinsip-prinsip teoritis, data dan metode guna desain guna mengoptimalkan kesejahteraan dan borongan kinerja sistem manusia. ( sumber wikipedia )

Ergonomi menjadi pilar kesehatan dan menjadi di antara indikator kesejahteraan. Berdasarkan keterangan dari DR L. Meily K. bahwa kenapa perbaikan ergonomi perlu dilaksanakan sebagai di antara upaya pencegahan terhadap penyakit CTDs (Cumulative Trauma Disorders) dampak faktor risiko kerja postur janggal, beban, frequensi dan durasi yang bersumber dari pekerjaan, laksana nyeri tengkuk, nyeri pinggang bawah atau low back pain, rasa baal pada jari telunjuk, jari tengah dan jari manis yang disertai nyeri terbakar pada malam hari, kekakuan, lemah dan nyeri ketika tangan dipakai dan dikenal dengan nama carpal tunnel syndrome.

Dalam pengertian ergonomi, postur tubuh merupakan faktor yang penting, karena salah satunya postur duduk yang masing-masing orang kerjakan setiap hari memakan durasi waktu berjam-jam.

ERGONOMI DALAM LINGKUNGAN KERJA

ergonomi lingkungan kerja

Dalam ilmu ergonomi lingkungan kerja dikenal jargon “Fitting the Task to the Person and Fitting The Person To The Task” Maksudnya ialah penyesuaian pekerjanya dan penyesuaian pekerja dengan pekerjaannya. Yaitu suatu system kerja yg menata sedemikian rupa supaya pekerja merasa aman dan nyaman dalam bekerja.

Hal-hal yg dipelajari dalam ilmu ergonomi yakni :

  • Lingkungan kerja mencakup kebersihan, tata letak, suhu, pencahayaan, sirkulasi udara , desain perlengkapan dan lainnya.
  • Persyaratan jasmani dan psikologis (mental- pekerja untuk mengerjakan sebuah pekerjaan: pendidikan,postur badan, empiris kerja, usia dan lainnya.
  • Bahan-bahan/peralatan kerja yg berisiko menimbulkan kemalangan kerja: pisau, palu, barang pecah belah, zat kimia dan lainnya.
  • Interaksi antara pekerja dengan perlengkapan kerja: kenyamanan kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, kecocokan ukuran perangkat kerja dengan pekerja, standar operasional formalitas dan lainnya
Baca Juga  Kontruksi dan Detail Beton Bertulang Penjelasan Lengkap

Manfaat dari penerapan prinsip-prinsip ergonomi dalam lingkungan kerja yakni :
– Mengerti akan pengaruh dari jenis kegiatan pada diri pekerja dan kinerja pekerja
– Memprediksi potensi dari pengaruh kegiatan pada tubuh pribadi sang pekerja
– Mengevaluasi kecocokan tempat kerja, perlengkapan kerja dengan pekerja ketika bekerja
– Meningkatkan produktivitas pekerja untuk menciptakan kerelasi antar pekerja.
– Meningkatkan ilmu pengetahuanuntuk mendorong para pekerja agar supaya menambah produktivitas dalam bekerja.
– Mencegah dan meminimalisir resiko penyakit yang muncul dari dampak kerja
– Meningkatkan keselamatan kerja di lapangan
– Meningkatkan keuntungan, pendapatan, kesehatan dan kesejahteraan untuk pribadi dan institus
keuntungan mengerjakan penilaian ergonomi di lokasi kerja yakni :
– Mengurangi potensi timbulnya kemalangan kerja
– Mengurangi potensi gangguan kesehatan pada pekerja
– Meningkatkan produktivitas dan penampilan kerja

kelompok/bagian tentang permasalahan bidang kajian ergonomi yakni :

  • Antropometri
  • Kognitif
  • Musculoskeletal
  • Kardiovaskular
  • psikomotor
ANTROPOMETRI DAN LINGKUNGAN KERJA
antropometri ergonomi
antropometri ergonomi

Beberapa aspek yg memprovokasi ergonomi dalam kelangsungan hidup insan adalah :

1. Antropometri
Antropometri merupakan suatu cabang dari ilmu ergonomi yg secara eksklusif mempelajari ukuran tubuh yg mencakup human dimension, serta, isi dan meliputi wilayah kekuatan, ukuran, ketepatan dan gerakan tubuh. antropometri juga sangat penting untuk ergonomi lingkungan kerja Antropometri dapat dipecah menjadi beberapa bagian:

  • Antropometri Dinamis
    Antropometri dinamis ialah ukuran tubuh atau ciri khas tubuh dalam suasana bergerak, atau menyimak gerakan-gerakan yg barangkali terjadi ketika pekerja tersebut mengemban kegiatan.
    Contoh : putaran sudut tangan, sudut putaran pergelangan kaki.
  • Antropometri Statis
    Antropometri statis adalahukuran tubuh dan ciri khas tubuh dalam suasana diam (statis- guna posisi yg sudah ditentukan atau standar. Contoh : tinggi badan, lebar bahu.
Baca Juga  Pengertian Arsitektur Menurut Para Ahli Arsitek

2. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja yg tidak kondusif guna bekerja memprovokasi pelaksanaan kegiatan seseorang yg berada di laksanakan. Aspek dunia kerja sangat memprovokasi prestasi pekerjaan semua pekerja. Lingkungan kerja mencakup :
· Kondisi kerja
· Waktu kerja
· Lingkungan sosial

  • Sikap kerja
    Sikap kerja yg berlawanan dengan sikap alamai tubuh insan akan bebrdampak buruk untuk kesehatan masing-masing pekerja, sebab akan menimbulkan keletihan dan cidera otot-otot. Dalam sikap yg tidak alamiah tidak sedikit terjadi gerakan otot-otot yg tidak semestinya, urusan itu yg menyebabkan cidera pada otot.
  • Interaksi manusia dgn perlengkapan kerja (mesin-Interaksi insan dengan mesin ialah keserasian insan dengan mesin atau perlengkapan kerja yg digunakan. Ketidak serasian antara pekerja dengan mesin atau perlengkapan kerja yg digunakannya bakal berdapak pada kesehatan tubuh sipekerja tersebut sendiri.
  • Kondisi kerja
    Kondisi dalam Lingkungan kerja mencakup urusan kerja seperti awal masuk kerja hingga intensitas cahaya dan suara yg di terima di tempat kerja atau ruang kerja seorang tenaga kerja.
  • Waktu kerja
    Lama jam kerja masing-masing hari atau per minggu urgen untuk dikaji untuk menangkal adanya keletihan berlebihan. Kerja disebutkan efisien bilamana waktu penyelesaian dilangsungkan singkat. Bagi menghitung masa-masa (standar time- penyelesaian kegiatan maka butuh diterapkan prinsip-prinsip dan kiat pengukuruan kerja. Pengukuran kerja ialah suatu cara penetapan ekuilibrium antara pekerjaan manusia dikontribusikan dengan unit output yg dihasilkan. ergonomi lingkungan kerja dibutuhkan terutama guna perencanaan keperluan tertentu tenaga kerja (man power planning-, estimasi ongkos untuk upah karyawan, penjadwalan buatan dan penganggaran, perencanaan sistem, pemberian bonus (insentif- untuk karyawan yg berprestasi, indikasi keluaran yg mampu didapatkan oleh seorang pekerja.
  •  Social
    Termasuk di dalamnya bagaimana pekerja diorganisir dalam mengemban tugas-tugasnya, interaksi sosial sesama pekerja, terutama menghadapi teknologi baru. Di samping itu kegiatan yg dilakukan bila tidak cocok dengan keterampilan dan kapasitasnya akan memunculkan stress psikologis dan problema kesehatan. Karenanya situasi sosial ini tidak sedikit seharusnya dimanfaatkan oleh pimpinan lokasi kerja untuk membangun dan membangunkan motivasi kerja, laksana sistem penghargaan untuk yg sukses dan hukuman untuk yg salah dan lalai bekerja.

    antropometri ergonomi kerja
    antropometri ergonomi kerja

Fungsi Anthropometri dalam penerapan prinsip Ergonomi di lingkungan kerja yakni Antropometri merupakan data numerik yg bersangkutan dengan karakteristik jasmani tubuh (ukuran, volume, dan berat serta penerapan dari data itu untuk perancangan dan kemudahan atau produk.

Data antropometri dibutuhkan untuk perancangan sistem kerja yg baik. Lingkungan jasmani juga dapat memprovokasi para pekerja baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan fisik ialah semua suasana yg terdapat di dekat tempat kerja.

Human eror ialah batas kecermatan yg tidak dapat ditanggulangi oleh standar keterampilan manusia, misalnya kemalangan kerja yg diakibatkan oleh factor pekerja(manusia- karna kekeliruan atau kelengahan pekerja tersebut sendiri. Semua tersebut tidak bias ditanggulangi oleh standar keterampilan manusia.

Alasan mengapa tidak sedikit perusahaan yg tidak menjalakan prinsip-prinsip dalam ergonomi yaitu :
– Kurangnya pengetahuan pemimpin perusahaan mengenai pentingnya ergonomi dalam lingkungan kerja
– Kurangnya kepedulian pemimpin perusahaan terhadap kesehatan spara pekerjanya
– Kurangnya pengetahuan semua pekerja mengenai pentingnya penerapan prinsip dalam ergonomi di lngkungan kerja guna keamanan, kenyamanan dan kesehatannya
– Biaya yg dikeluarkan perusahaan guna penerapan prinsip ergonomi di dunia kerja yg mahal
– Tidak adanya ketegasan dari pemerintah mengenai sanksi yg diserahkan kepada perusahaan yg tidak menjalankan prinsip-prinsip dalam ergonomi pada lingkungan kerjanya.